Langsung ke konten utama

Cerpen - Perjuangan si Buta


  Ada seorang anak, namanya Dita.
Ia buta sejak kecil. Ia tidak sekolah


karena orang tuanya tidak mampu membiayainya. Ayahnya berkerja sebagai tukang bangunan, dan ibunya berkerja sebagai penjual sate keliling.

   Ia punya seorang teman, tetangganya, yang merupakan orang kaya, namanya Dora. Dora anak yang baik hati. Ia ramah dan suka menolong orang lain. Dora pun sering mengajarkan Dita mengenai apa yang dipelajarinya di sekolah. Dora mengajarkan Dita berhitung, menggambar, bernyanyi, dan lain-lain. Walaupun Dita buta, tapi ia selalu berusaha melakukannya dengan baik.


  Karena kebaikannya, Dora mempunyai banyak sekali teman di sekolahnya. Dora juga mendapat ranking 1 di kelas karena ia anak yang pintar. Namun, ia tidak sombong. 


  Beberapa tahun kemudian, Dita berkerja di suatu perusahaan besar sebagai penerima telpon. Gajinya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi, Dita rajin menabung.


  Kira-kira, 10 tahun kemudian, tabungannya sudah makin banyak karena ia tidak boros. Ia selalu menyimpan uang dari gajinya yang lebih setiap bulan.


  Bahkan, sejak kecil ia tidak pernah meminta uang pada orang tuanya. Ia juga mendapat uang karena ia berkerja sangat rajin dan bosnya menaikan gajinya juga memberinya bonus gaji. Setelah berusaha, Dita sudah menjadi orang yang kaya. Sayangnya orang tuanya sudah meninggal karena umurnya sudah tua. Dita sekarang mempunyai mobil dan restoran mewah.


  Suatu hari, Ayah Dora dan Dora jatuh sakit. Ayahnya meninggal karena sakitnya terlalu parah. Tapi, Dora masih selamat, namun uangnya sudah hampir habis karena biaya pengobatan yang mahal. Mendengar hal itu, Dita pun menyumbang sejumlah uang kepada Dora. Dora pun akhirnya sembuh.


  Dora berterima kasih kepada Dita karena telah membantu membayar biaya pengobatannya. Dita juga berterima kasih kepada Dora karena sudah mengajarkannya sejak kecil.


  Karena merasa tidak bisa mengawasi perusahaannya sendiri, Dita akhirnya menawarkan Dora menjadi asisten pemilik perusahaan. Keuntungannya dibagi sama rata, 50/50. 


  Mereka juga memiliki pasangan hidup, dan menikah. Mereka berdua juga sudah mempunyai kehidupan rumahtangga masing-masing.




Tamat 
 Cerita oleh : 



  

Jonathan Albertus Widjaja


Mohon untuk menghargai karya orang lain,

dengan cara tidak mengcopy paste sembarangan.
Karena sebenarnya mengcopy paste tanpa ijin 
sama dengan mencuri. 

Terima kasih.




Komentar

Posting Komentar

Halo semua! Saya Nathan. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Yuk! Komentar supaya saya bisa membuat konten yang lebih menarik. Terima kasih!